Mau Ke Kawah Ijen? Simak Tips Berikut Ini


Bosan dengan liburan yang gitu-gitu aja? Mau coba yang lebih seru dan ada tantangannya? Mungkin Kawah Ijen bisa jadi salah satu pilihan kamu selanjutnya! Kawah yang dikelilingi oleh gunung yang masih dijaga keasriannya menjadi objek wisata yang banyak diminati oleh wisatawan asing maupun dalam negeri.
Keladra Kawah Ijen di Banyuwangi mempunyai luas wilayah sekitar 54 hektar dan kedalaman sekitar 200m. Terdapat kadungan asam didalam kawah sehingga membuat warna kawah menjadi toska. Panoramanya sungguh menarik hati.
Kawah Ijen merupakan destinasi wisata di Indonesia yang namanya cukup terkenal di manca negara. Jadi, jangan heran apabila datang ke Kawah Ijen lebih banyak wisatawan asing dibanding wisatawan lokal.
Secara administratif Kawah Ijen termasuk ke dalam wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan transportasi kereta yang dapat turun di stasiun Karang Asem dan stasiun Banyuwangi Baru. Dari stasiun tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai Paltuding.
Paltuding yang merupakan area pemberhentian terakhir dimana kita dapat memarkirkan kendaraan. Di Paltuding pengunjung dihimbau untuk melengkapi segala perlengkapan pendakian seperti, jaket, sepatu, sarung tangan, tutup kepala, dan lain-lain. Agar lebih mudah mengetahui informasi tentang jalur lokasi yang akan didaki pengunjung dapat menyewa atau menggunakan jasa Tour Guide untuk mendapatkan perjalanan yang lebih mudah.
Sebelum melakukan pendakian , para pengunjung diwajibkan lapor terhadap petugas terlebih dahulu, melakukan pengecekan kondisi tubuh serta membeli tiket masuk. Pengunjung yang datang diharuskan dengan kondisi tubuh yang prima karena akan menempuh perjalanan kurang lebih 3 km yang didominasi dengan kontur jalan yang menanjak. Dan perlu diingat bahwa di lokasi tersebut hanya ada 1 toilet yang disediakan, jadi gunakanlah sebaik mungkin sebelum melakukan pendakian.
Jalan yang dilalui juga campuran dari hutan dan tebing yang cukup curam. Meskipun begitu track tersebut sangat cocok untuk  pendaki pemula, tetapi jangan lupa, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan juga ya!
Waktu yang cocok untuk melakukan pendakian ke Kawah Ijen yaitu dini hari, sekitar jam 2-3 pagi untuk mendapatkan pemandangan sempurna dari matahari terbit dan blue fire.
Blue fire yang ada di Kawah Ijen merupakan fenomena langka, hanya  ada dua jenis api ini di dunia yaitu di Islandia dan Indonesia tepat nya di Kawah Ijen. Untuk dapat melihat blue fire pengunjung diharuskan turun kedalam tambang kawah. Sekitar 1 km dari puncak kawah agar dapat melihat dari dekat fenomena langka tersebut.
Selama perjalanan kita akan lebih banyak menemui tour guide yang membawa wisatawan asing dibanding dengan wisatawan lokal. Selain itu dari pintu masuk kita akan ditawarkan jasa ‘taxi dorong’ bagi wisatawan yang kelelahan tetapi ingin melanjutkan perjalanannya. Pak supir ‘taxi dorong’ ini akan membatu kalian untuk melanjutkan perjalananmu dengan cara menarik tubuh kalian menggunakan gerobak kecil. Biasanya 1 penumpang dapat didorong 1 sampai 4 supir ‘taxi dorong’.
Harga yang ditawaran juga bervariatif, menurut Richo selaku tour guide yang sering mendaki  Kawah Ijen terdapat perbedaan harga antar wisatawan asing dengan wisatawan lokal. Wisatawan lokal bisa dikenakan sekitar 350ribu sampai 500ribu, tergantung besar orangnya. Untuk wisatawan asing harganya bisa jauh lebih mahal..
Setelah melakukan pendakian yang memakan waktu kurang lebih 2-3 jam berjalan kaki, maka kita akan disuguhkan dengan keindahan pemandangan Kawah Ijen. Dengan ketinggian 2368 mdpl, suhu udara di sini cukup membuat kedinginan, jadi jangan lupa untuk selalu menjaga suhu tubuh.
Apabila kita hendak turun melihat blue fire kita harus turun sekitar 1 km ke dalam tambang kawah. Nah, disini kalian akan melihat pengumpul batu belerang yang setiap harinya membawa batu belerang tersebut untuk diolah menjadi hiasan dan dijual kepada pengunjung.
Para pengumpul batu belerang ini biasa berjalan menaiki dan menuruni Gunung Ijen lebih dari 3 kali setiap harinya. Bayangkan, mereka akan berjalan kurang lebih 9 km setiap harinya dengan perjalanan yang menanjak belum lagi membawa batu-batu yang tentunya tidak enteng.  Tetapi hal tersebut merupakan kebiasaan penduduk sekitar untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk mencari penghasilan. Tanpa rasa lelah mereka menggunakan dua keranjang yang dipikul.
Jadi buat kamu yang ingin ke Kawah Ijen jangan lupa membeli buah tangan  yaitu batu belerang  yang telah diukir cantik untuk hiasan dirumah!

Comments